Showing posts with label honda. Show all posts
Showing posts with label honda. Show all posts

Wednesday, October 30, 2013

Modifikasi Honda Civic Terinspirasi Film Fast Furious

- 0 comments
http://images.detik.com/content/2011/10/25/1211/civic_detikoto_in.jpgPalembang - Tidak bisa dipungkiri kalau ide memodifikasi sebuah mobil bisa datang dari mana saja bahkan dari sebuah film sekalipun. Ya, film-lah yang menginspirasi Diki ketika memodifikasi Honda Civic miliknya hingga menjadi mobil jawara modifikasi.

"Saya terinspirasi film Fast & Furious ketika mulai memodifikasi mobil ini," aku pemuda Palembang ini.

Dilihat dari tampilan luarnya aura sebuah mobil street racing memang terpancar dengan kuat. Dan berkat tampilan gaharnya ini, The King Street Racing kota Palembang dalam gelaran Clas Mild Accelera Auto Contest 2011 pun berhasil dia sabet.

Di sektor eksterior, Diki merombak total tampilan mobil asal Jepang ini. Bodykit Type-R yang kemudian dipadu dengan lips spoiler, diffuser, grille, spoiler depan dan wing bermotif karbon.

Tak ayal, nuansa sporty pun langsung tersemburat kencang. Terlebih Diki mengaplikasi cutting stiker yang turut membantu penciptaan kesan itu.

Apalagi, mobil ini kemudian disokong oleh kaki-kaki yang tidak kalah mumpuni. Pelek Volk Ray TE.37 berukuran 19 inchi yang dipadu dengan suspensi Tanabe pun terlihat serasi dengan gaya tubuh mobil ini. Sebagai piranti penghenti laju tampil rem Brembo yang berukuran lumayan besar.

Tapi tidak klop rasanya bila hanya tampilan saja yang menunjukan kegarangan tanpa mengoprek sektor dapur pacu. Untuk itu, Diki pun memberi sentuhan di mesin yang terselip di bawah bonnet mobilnya agar bisa lebih bertaji lagi.

Turbo kit Zage yang dipadukan dengan turbo timer keluaran Z-VOX, blow off HKS, intercooler ZAGE, Dastek-Q+ sampai dengan penggunaan kabel dan busi Bosh pun ikut membantu mobil ini menunjukkan jati dirinya yang baru sebagai mobil balap jalanan.

Sudah selesai sampai disitu? Ternyata tidak. Sebab Diki seolah tidak puas bila hanya bermain di eksterior dan mesin, bagian kabin Honda Civic FD.1 pun juga ikut diacak-acak.

Nuansa balap terlihat di berbagai piranti yang ada di kabin. Disini Diki dengan cerdik menempatkan berbagai piranti berbahan karbon untuk menemaninya ketika berkendara dan duduk di jok balap Bridge Low Max yang sudah dilengkapi dengan safety belt Takata.

Namun meski ini adalah sebuah mobil balap, jangan pikir Diki akan kekurangan hiburan ketika mengendarainya. Sebab piranti perangkai nada mobil ini sudah di up grade Diki dengan memadukan head unit Kenwood 4036 dengan dan subwoofer dari Ameron. Untuk mendukung sistem audio ini, Capasitor bank intersys, power Performa Ameron pun tidak lupa diboyong masuk.

Mulai dari pemasangan turbo kit ZAGE yang diramakan dengan turbo timer keluaran Z-VOX, blow off HKS, intercooler ZAGE, Dastek-Q+ sampai dengan penggunaan kabel dan busi Bosh turut dicaplok mengisi sektor dapur pacunya, dan membuat Civic ini benar-benar memiliki performa yang tak kalah saing dengan tampang sangarnya.

"Pengerjaannya sekitar 3 bulan. Sedikit lama sebenarnya, karena agak ribet. Soalnya banyak part dibuat di Jakarta. Jadi ketika dirasa tidak cocok harus dipulangkan ke Jakarta lalu tunggu lagi," bukanya.

"Total habis sekitar Rp 150 jutaan untuk jadi seperti ini," tuntasnya.
[Continue reading...]

Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing

- 0 comments

 

Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing ini merupakan suatu pengembangan mesin motor dalam dunia balap, kali ini sang modifikator benar-benar kerja keras untuk menemukan setelan mesin yang pas buat salah seorang pembalapnya, karena menurut sang modifikator, garapan pada mesin yang bagus belum tentu pas dan cocok buat sang raider, maka dari itu sang mekanik dan rider bekerja sama untuk menemukan setelan yang sesuai untuk medan yang akan ditempuh untuk balapan nanti, karena setiap ganti sikuit atau lintasan maka disini stelan mesin pun berbeda alias tidak sama.

Aldhika Eka Dharma dari tim Honda Daya Denso Showa NHK Jayadi (HDDSNJ), Jakarta, sabet juara 1 di kelas bebek 125 cc tune-up seeded (MP1) di Honda Racing Championship (HRC) 2011, Jogja. Tunggangannya konstan dan stabil melibas tikungan trek Mandala Krida, Jogja. Kunci sukses Aldhika karena balon di tunggangannya. Balon yang dimaksud bukan balon yang dipakai buat pembukaan HRC, tapi bola karet gas yang dimaksud ada di suspensi belakang. Sokbreker model tabung berlabel Showa itu dilengkapi balon. Inilah yang bikin Supra X 125 garapan HDDSNJ konstan melibas kelokan.

“Perbedaan jauh dibanding pakai sokbreker belakang sebelumnya. Tenaga mesin akan optimal. Enggak banyak terbuang waktu keluar tikungan,” beber Ahmad Jayadi, pemilik tim yang juga ikut seting pacuan kompetisi HDDSNJ. Adi, sapaan akrab Ahmad Jayadi, bilang sewaktu menggunakan suspensi model lama masih ada sedikit masalah pada Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing ini. “Jangankan keluar tikungan yang mesti buka gas, mau masuk tikungan sudah ada gejala mantul-mantul. Sok yang sekarang enggak begitu,” beber Adi yang juga mantan pembalap nasional papan atas itu. Di sinilah perbedaan mendasarnya. 

Mekanisme rebound dan compression suspensi diatur naik-turunnya balok di dalam tabung. Sedangkan generasi sebelumnya menggunakan piston. “Pembalap bisa membuka gas dan mengatur gerakan motor sesuai keinginan. Percuma tenaga besar dan speed bagus tapi enggak bisa dikendalikan,” urai Adi. Balancer ringan dimaksudkan agar putaran kruk as juga enteng. Diperuntukan main di trek pendek agar mesin lebih cepat teriak. Seperti dipasang pada Supra X 125 geberan Juni A.S. dari Honda MPM Aries Putra INK M-150 Rextor. Hanya 300 gram. “Padahal biasanya 500 atau 600 gram. Sekarang hanya 300 gram karena trek lurus Kemayoran paling panjang 170 meter dan banyak tikungan rolling speed,” jelas Saipul A.P., mekanik yang merawat pacuan Juni A.S itu.

Di MotoPrix region 2 Jawa seri VIII lalu, Sirkuit Kemayoran memang treknya dibikin banyak tikungan rolling speed (lihat berita halaman 20). Tidak perlu top-speed yang tinggi sekali. “Cukup power mesin diseting pada rpm bawah dan tengah,” argumen Saipul, mewakili Wahyu, mekanik utama di Aries Putra. Teorinya, kalau mengejar top-speed tinggi dibutuhkan kruk as atau bandul yang berat. Namun akselerasi jadi lebih rada berat. Makanya Saipul A.P. bersama kru lain menggunakan bandul yang paling enteng. Supaya putaran mesin pada Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing ini cepat naik dan juga mudah diajak berakselerasi.

Imbangi balancer yang ringan, gir juga dibuat enteng. Supaya tarikan awalnya lebih ringan gitu coy. Menggunakan sproket roda 13/47, biasanya 13/45. Dalam Modifikasi dan Kategori tips lain yang diterapkan agar akselerasi mantap yaitu pada spuyer. Pilot-jet dibikin kecil, menggunakan Mikuni TM28 pakai ukuran 30. Padahal biasanya aplikasi yang 40. Di trek dadakan jauh lebih terasa. Irama tikungannya enggak sekonstan trek permanen, apalagi aspalnya. Tabung yang pakai piston bisa enggak maksimal. Pembalap pun bisa kecapean mengendalikan motor,” ulas Yohanes Martono, Process Engineering PT Showa Indonesia MFG yang terlibat perancangan Show ini.

Bertarung di kelas bebek 4-tak standar 125 cc pemula max 16 tahun (MP5), musti pintar seting mesin. Seperti yang dilakukan Sumingan terhadap pacuan Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing yang digeber Andi Gilang. Maklum, karena regulasi kelas pembibitan ini tidak memperbolehkan banyak ubahan. Termasuk banyaknya part racing. Apalagi dengan munculnya adendum. Maka itu, tunner musti pintar!

Nah, Gilang yang baru berusia 13 tahun ini, tampil dominan bersama Supra X 125. Racer tim Honda Daya Federal Oil KYT FDR Bank BJB Golden ini, meninggalkan lawannya cukup jauh di seri MP Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. “Seting motor sesuai karakter saya. Makanya bisa ke depan,” ungkap racer bernama lengkap Andi Farid Izdihar. Sumingan, pintar melihat celah buat mengakali pacuan tahun 2009 itu. Ya, sesuai karakter Gilang yang suka buka-tutup gas spontan. 

Demi memperbesar daya gebuk di ruang bakar, piston FIM diameter 53,4 mm dipasang. “Buat menambah power dan mendekatkan ke batasan kapasitas mesin saja,” bilang pria yang akrab disapa Mian. Pakai piston yang sekarang, isi silinder mentok di 129,6 cc. Masih belum melewati batasan yang dipatok di 130 cc, kok. Menyesuaikan kebutuhan kecepatan pada Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing ini, jenong alias dome piston ikut dipapas. Juga, dicoak ulang agar tidak membentur klep. Dari bibir piston, dome hanya dibikin 1,5 mm. Memang tidak dibuat terlalu tinggi. Itu karena kepala alias head silinder juga dipapas. “Head dipapas cuma 0,7 mm,” tambah Mian dari markasnya BBS Motor di Jl. Babakan Surabaya, No. 16, Kiara Condong, Bandung, Jawa Barat.

Diameter kubah dibuat jadi 39 mm dengan squish dimainkan di 9º. Lewat ubahan di head dan blok silinder, kini kompresi membengkak jadi 11,5 : 1. “Sebelum ikuti adendum, kompresi pakai 11,8 : 1. Tapi, karena sekarang pakai Pertamax Plus, ya harus diturunkan,” ungkap tunner 43 tahun ini. Buat mengatur buka-tutup klep, durasi noken as diatur ulang. tidak seperti tampilan Honda Tiger From Minor Fighter yang hanya untuk contes, Begitunya asupan bensin dan gas buang sesuai kebutuhan. Klep in, durasi dibikin jadi 272º. Sedang klep ex alias buang, diseting di 268º. LSA (Lobe Separation Angle) bermain di 105º. Asupan bahan bakar mengandalkan dari karburator standar. Tapi, tidak murni standar. Karena moncong karbu direamer sekitar 2 mm. “Skep dan venturi tetap standar, lho,” yakin tunner dengan logat Sunda yang kental.

Setidaknya, langkah yang dilakukan Mian bisa diterapkan pemilik Modifikasi Honda Supra X 125 Kelas Racing buat pacuan hariannya. Yap, pacuan yang tidak ingin bore up, tapi ingin akselerasi lebih kencang! Yohanes menyebut tipe sokbreker Showa yang dipakai HRC 72. Pengembangan dari HRC 62. “Perubahan selain pakai balon, stroke lebih panjang. HRC 72 bisa sampai 80 mm, sedangkan HRC 62 bisa sampai 60 mm. Diameter spring lebih kecil dibanding yang lama jadi lebih ringan. Damper HRC 72 dibuat dari alumunium, sedangkan HRC 62 dari besi,” tndas Yohanes.

 DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 90/80-17
Ban belakang: FDR 80/90-17
Karburator: Keihin PE 28
Durasi kem : Isap 274º dan buang 274º
CDI: BRT
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Jemur - Posts · Comments
Powered by Blogger