Showing posts with label menjadi. Show all posts
Showing posts with label menjadi. Show all posts

Wednesday, February 26, 2014

Cara Mudah Menjadi Entrepreneur

- 0 comments

Cara Mudah Menjadi Entrepreneur

Tak ada profesi yang sedemokratis profesi entrepreneur (wirausaha/pengusaha). Siapa pun Anda, asalkan hari ini punya keberanian, hari ini juga Anda bisa langsung menjadi pengusaha — bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bandingkan, misalnya, untuk menjadi dokter, Anda mesti kuliah dulu bertahun-tahun di fakultas kedokteran. Demikian pula profesi lain seperti pengacara, arsitek, apoteker, psikolog, atau ahli konstruksi. Menjadi entrepreneur merupakan profesi yang memiliki penghasilan yang tidak terbatas, dan inilah kunci kemakmuran bagi setiap orang atau bangsa.

Memang, umumnya orang berpandangan, untuk menjadi wirausaha kita harus menyiapkan uang tunai lebih dulu sebagai modal usaha . Itu sebabnya banyak orang sibuk berburu uang untuk menghimpun modal, biasanya dengan menjadi karyawan di perusahaan orang. Setelah dirasa cukup, barulah memutuskan membuka usaha sendiri. Namun ceritanya akan lain jika — dan ini yang sering terjadi — uang yang didapat ternyata dirasa hanya pas untuk hidup sehari-hari. Alhasil, cita-cita membuka usaha sendiri tinggallah cita-cita, karena usia keburu habis tersita untuk memikirkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pandangan bahwa untuk memulai usaha harus tersedia uang tunai, tak sepenuhnya benar. Bisnis tanpa modal uang tunaipun bisa dilakukan. Dan itu telah dibuktikan oleh para pengusaha sukses. Sebagian besar dari mereka mengawali usaha justru ketika mereka tidak punya apa-apa, terdesak, putus sekolah/kuliah lantaran tak ada biaya, atau bahkan karena merasa terhina. Dalam kondisi nothing to loose ini, keberanian dan kenekatan mereka muncul. Dalam kondisi bukan siapa-siapa, mereka dipaksa untuk membangun “mimpi”? masa depan, tertantang untuk meraihnya, dan berusaha keras menyusun strategi untuk mencapainya.

Keberanian dan motivasi yang menyala-nyala itu sekaligus menyingkirkan segala hal yang sebelumnya dianggap memalukan. Misalnya, karena tak punya uang serupiah pun di kantong, mereka tak segan-segan mengawali usaha sebagai makelar rumah, mobil, barang elektronik, aneka bahan bangunan, bahan kebutuhan pokok, atau barang-barang lainnya. Dengan modal dengkul ini, mereka langsung memetik keuntungan dari komisi atau berdasarkan kesepakatan lain yang ditentukan bersama pemilik barang.

Cara lain, misalnya, menjual jasa dengan lebih dulu meminta uang muka. Ini bisa dilakukan di industri jasa pendidikan seperti bimbingan belajar, les bahasa Inggris, kursus musik (piano, gitar, biola, dan sebagainya). Atau, bisa juga konsumen memesan barang tertentu kepada kita, tetapi sebelum barang pesanan itu kita kerjakan, kita minta uang muka lebih dulu. Nah, uang muka dari para konsumen itulah yang kita jadikan modal untuk menggelindingkan bisnis.

Gampang kan? Masih ada lagi. Kalau Anda kebetulan punya keahlian khusus, memasak misalnya, Anda bisa mencari pemodal untuk membuka restoran dengan sistem bagi hasil. Jurus-jurus seperti itulah yang tak bosannya diserukan Purdi E. Chandra, pendiri sekaligus “guru besar”? Entrepreneur University, di depan para muridnya. Purdi sendiri drop out dari kuliahnya di tahun kedua gara-gara kesulitan uang kuliah dan biaya hidup. “Terus terang, dorongan terkuat dari dalam diri saya waktu memutuskan terjun ke dunia bisnis karena saya minder pada teman-teman kuliah yang hidupnya serba kepenak dan kelihatannya kaya-kaya,”? ungkap pendiri dan pemilik Primagama Group, yang mengelola jaringan bimbingan belajar terbesar di Tanah Air. Kini, walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya, Purdilah yang paling bos dan terkaya di antara anak-anak Angkatan 1979 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang sekarang bekerja di berbagai tempat.

Yang menggembirakan, belakangan semakin marak tren untuk sejak awal memutuskan menjadi wirausaha sebagai pilihan hidup. Banyak lulusan segar perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, tanpa ragu bertekad membangun bisnis sendiri. Demikian juga, tak sedikit profesional di perusahaan mapan tiba-tiba ganti haluan menjadi pengusaha. Seperti akan Anda baca pada tulisan Sajuta berikutnya, dengan bekal pendidikan yang lebih bagus, luasnya jejaring serta pengalaman yang matang, kelompok ini memang relatif lebih jeli memilih bidang bisnis yang belum digeluti orang, sehingga banyak dari mereka cepat meraih sukses. Namun, yang paling disaluti dari mereka adalah keberaniannya memutuskan terjun di dunia bisnis, membangun visi, dan eksekusinya yang gigih.

Sungguh banyak jalan untuk menjadi wirausaha. Profesi seperti dokter, arsitek, desiner interior, pengacara, atau bahkan artis, sebetulnya tinggal selangkah lagi bisa menjadi pengusaha jika mereka mau. Dokter bisa bikin klinik atau bahkan rumah sakit sendiri. Pengacara dapat mendirikan kantor konsultan hukum. Desainer interior bisa bikin kantor konsultan desain dan interior. Artis, dengan pergaulannya yang luas, bisa segera mendirikan rumah produksi sendiri.

Kalau punya uang dan tak ingin terlalu repot, Anda bisa langsung menjadi pengusaha dengan membeli waralaba (franchise) produk/jasa terkenal yang sudah terbukti sukses. Dengan semakin derasnya arus barang (baik lokal maupun dari mancanegara), bisnis keagenan dan distribusi pun sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Dalam perjalanannya, seperti halnya dalam kehidupan yang lain, para wirausaha pun dihadapkan pada banyak jebakan dan godaan. Salah satu sindrom yang sering muncul adalah euforia sukses. Karena telah membuktikan diri sukses, dorongan untuk mengejar sukses-sukses yang lain pun sering sedemikian menggebu sehingga mengabaikan kemampuan riilnya. Banyak contoh pengusaha yang awalnya maju pesat berkat bisnisnya yang berkembang sangat bagus, tiba-tiba limbung lalu terjungkal gara-gara terlalu ekspansif ke bidang-bidang baru yang belum begitu dikuasainya. Jadi, hati-hatilah. Laju boleh cepat tapi ritme hendaknya tetap terjaga.

Yang jelas, gairah menuju entrepreneurial society ini perlu disambut hangat. Sebab, sumbangan pengusaha kecil dan menengah terhadap perekonomian nasional — seperti sudah sangat kerap didengung-dengungkan — tak perlu disangsikan lagi. Terutama, dalam hal penyediaan lapangan kerja dan andilnya dalam membangun struktur perekonomian nasional yang sehat. Karena itu, sudah saatnya pemerintah (khususnya pemda) makin terpacu untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi munculnya para wirausaha baru. Bentuknya bisa macam-macam, antara lain ketersediaan kredit yang memadai bagi small and medium enterprises, penyaluran dana BUMN ke sasaran yang tepat, tidak membebani pajak secara tidak proposional, dan lain sebagainya.(Galeriukm).

Sumber:

http://swa.co.id/2005/03/anda-bisa-jadi-entrepreneur-hari-ini-juga/

[Continue reading...]

Thursday, October 24, 2013

Apa Penyebab Laptop Menjadi Lambat

- 0 comments

penyebab laptop lambatMengapa laptop menjadi lambat? Pingin tahu? Banyak hal yang bisa membuat laptop menjadi lambat. Padahal kecepatan laptop menjadi salah satu dasar kita untuk membelinya. Iya, betul. Spesifikasi laptop tersebut tidak bisa bohong. Bahwa kecepatan netbook akan sulit menyaingi  kecepatan komputasi laptop itu juga pasti. Karena biasanya processor yang terpasang di netbook dan laptop berbeda kelas. Meski tidak menuntup kemungkinan laptop tipe tertentu hanya memakai Celeron atau Atom, sementara netbook kelas berat ada yang bertenagakan processor Intel Core i7. Ok, bukan itu masalahnya. Kalau ternyata spesifikasi laptop kita bagus – paling tidak lumayan-lah, kog ternyata masih lambat, kira-kira faktor apa saja penyebabnya?

baca juga: Cara Mempercepat Kinerja Laptop

Registry tidak tertata optimal. Inilah yang menjadi tertuduh pertama mengapa laptop menjadi lambat. Windows mnecatat semua proses yang dilakukannya ke dalam registry ini. Memang ini juga untuk mempercepat kinerjanya juga. Tetapi setelah beberapa waktu, baik pengguna maupun Windows sendiri akan membuat perubahan pada file dan struktur dan penempatan file juga aplikasi. Nah, rupanya si Windows tidak mau membersihkan dirinya sendiri dari registry yang tidak lagi terpakai. Karena setiap kali registry ini dibaca, diubah, dibenahi oleh Windows, maka waktu yang dipakai juga akan bertambah berbanding lurus dengan semakin panjangnya catatan yang dibuat Windows.

http://icrontic.com/images/draco/articles/how_hard_drives_work/platter_structure.jpgHard disk mengalami fragmentasi. Ini juga kurang lebih mirip dengan registry yang tidak optimal tadi. Ini berkait dengan cara Windows mempercepat kinerja read/write data di hard disk. Windows akan mengambil tempat di hard disk berdasarkan perhitungan bagian mana yang bisa ditulisi dengan waktu secepatnya. Ini membuat file terletak tidak urut atau dalam tempat yang sebaris. Nah, ketika dibaca, jadi lama. Yang kedua, belum tentu file yang sering dibuka berada di tempat yang lebih cepat dibaca. Lihat gambar struktur file di hard disk di samping. Anda tentu paham bahwa lintasan yang ditengah membutuhkan waktu lebih sedikit untuk dibaca. Nah, file yang terfragmentasi itu – selain tempatnya yang terpencar-pencar – juga tidak berada di lintasan dalam, padahal dia sering dipanggil.

baca juga: Aplikasi Penghemat Baterai Laptop

Terlalu banyak aplikasi yang terinstall. Semakin banyak aplikasi terinstall di laptop, berarti registry yang dibuat Windows juga akan semakin panjang dan kompleks. Artinya juga akan menambah waktu penambahan, belum lagi akibatnya pada kapasitas tersisa hard disk yang semakin sedikit. Jadi, sebaiknya install software atau aplikasi yang memang kita butuhkan saja.

Laptop terkena virus. Kalau ini jelas ya. Perilaku virus komputer jaman sekarang berbeda dengan perilaku virus jaman dulu. Dahulu kebanyakan virus komputer akan menampakkan diri dengan menampilkan pesan tertentu di layar. Juga banyak yang bersifat merusak file. Virus jaman sekarang beda. Jarang dari mereka yang merusak file atau data. Lebih jahat lagi, mereka mencuri data. Beberapa virus sekarang juga aktif menduplikat diri dengan membuat salinannya di setiap folder. Kalau yang seperti ini jelas membuat laptop menjadi lambat.

baca juga: Yang Harus Kita Lakukan Pada Laptop Baru

Kekurangan RAM. Ketika belum jamak laptop memakai RAM 2GB, rasanya RAM 1GB itu sudah mewah. Tidak sampai satu tahun kemudian, RAM 2GB adalah keharusan. Saat ini, baik netbook maupun laptop sudah datang dengan RAM minimal 2GB, berarti satu tahun ke depan, RAM 4GB akan menjadi hal biasa. Memang pembuat aplikasi atau software itu tidak peduli dengan kita-kita yang untuk meng-upgrade RAM harus menahan lapar beberapa hari ya… Wkwkwk…. Ok, jadi, salah satu pertimbangan membeli laptop adalah RAM terpasang dan kemungkinan tertinggi RAM terpasang.

[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Jemur - Posts · Comments
Powered by Blogger